Sejarah

SEJARAH KECAMATAN DATUK BANDAR

Wilayah Kecamatan Datuk Bandar pada awalnya merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 tahun 1987 tanggal 14 September 1987 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah tingkat II Tanjungbalai dan Kabupaten Daerah Tingkat II Asahan jo. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 tahun 1987. sebagian Wilayah Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Daerah Tingkat II Asahan diserahkan menjadi Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungbalai. Penyerahan tersebut dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 1988 melalui Bupati Kepala Daerah Tingkat II Asahan ( Kol. Drs.H. Zulfirman Siregar ) dan Walikota Madya Kepala Daerah Tingkat IITanjungbalai(Ir. Marshal Hutagalung ) di Lapangan Stadion Asahan Sakti Kotamadya Dati II Tanjungbalai.Dengan diperluasnya wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungbalai tersebut bersamaan pula di bentuklah wilayah Kecamatan Datuk Bandar, wilayah Kecamatan Teluk Nibung dan Kecamatan Sei Tualang Raso. Pada Awal Pembentukan Kecamatan Datuk Bandar terdiri dari 6 (enam ) desa yakni :

  • Desa Pulau Simardan I
  • Desa Pulau Simardan II
  • Desa Selat Lancang I
  • Desa Selat Lancang II
  • Desa Sijambi I
  • Desa Sijambi II

sejak tanggal 29 Desember 1990 nama-nama desa yang ada di wilayah Kecamatan Datuk Bandar diganti menjadi :

  • Desa Pulau Simardan I menjadi Desa Pulau Simardan
  • Desa Pulau Simardan II menjadi Desa Semula Jadi
  • Desa Selat Lancang I menjadi Desa Selat Lancang
  • Desa Selat Lancang II mendaji Desa Selat Tanjung Medan
  • Desa Sijambi I menjadi Desa Gading
  • Desa Sijambi II menjadi Desa Sijambi

Pada Bulan Desember 1993 Desa Sijambi dipecah lagi mendai 2 (dua) yaitu : Desa Sijambi dan Desa Pahang. Desa Gading dipecah menjadi 2 (dua) Desa Yaitu : Desa Gading dan Desa Sirantau, begitu juga Desa Selat Lancang menjadi 2 (dua) desa yaitu : Desa Selat Lancang dan Desa Bunga Tanjung. Jadi Kecamatan Datuk terdiri dari 9 (sembilan) desa.Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2001 seluruh Desa yang ada di Kota Tanjungbalai berubah status menjadi Kelurahan. Sehingga pada saat itu Kecamatan Datuk Bandar terdiri dari 9 (sembilan) Kelurahan.Dengan dikeluarkannya  Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor : 4 Tahun 2005 tentang Pembentukan Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai maka terjadi pemekaran pada Kecamatan Datuk Bandar yaitu menjadi : Kecamatan Datuk Bandar dan Datuk Bandar Timur dengan formasi :

Kecamatan Datuk Bandar menjadi  ; 4 Kelurahan

  1. Kelurahan Sijambi
  2. Kelurtahan Pahang
  3. Kelurahan Gading
  4. Kelurahan Sirantau

Kecamatan Datuk Bandar Timur menjadi : 5 (lima) kelurahan.

Kemudian  dengan keluarnya Perda No. 3 Tahun 2006  Kelurahan Pahang terjadi  pemekaran menjadi Kelurahan Pahang  dan Kelurahan Pantai Johor. Dengan demikian  maka jumlah kelurahan di Kecamatan Datuk Bandar menjadi 5 (lima) kelurahan dan implementasi Peraturan Daerah tersebut dilaksanakan terhitung mulai Januari 2007. Adapun nama-nama kelurahan tersebut dengan luas wilayahnya masing-masing adalah sebagai berikut:

NAMA DAN LUAS KELURAHAN DI KECAMATAN DATUK BANDAR.

No. NAMA KELURAHAN LUAS (Ha) Rasio terhadap Luas Kecamatan (%)
1.

2.

3.

4.

5.

Sijambi

Pahang

Gading

Sirantau

Pantai Johor

1.002 Ha

510 Ha

306 Ha

211 Ha

220 Ha

44,55

23,92

13,61

9,38

8,54

J U M L A H

2.249 Ha 100,00

Sumber: Kantor Camat Datuk Bandar